Skip to main content

Dinamika di Balik Runway: Aerotrans Bersama Geotab Menggerakan Sistem Armada Cerdas

Aerotrans, penyedia layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, bermitra dengan Geotab untuk mendapatkan visibilitas real-time atas armadanya dan mencatat peningkatan signifikan dalam keselamatan, perilaku pengemudi, dan efisiensi bahan bakar di Indonesia.

Tim Geotab

29 Apr 2026

Aerotrans

Informasi Utama

  • Peringkat keselamatan 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional
  • Peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer
  • Penurunan 57% pada kejadian rem mendadak
  • Penurunan 66% pada akselerasi agresif
  •  Penurunan 22% pada durasi idle, berkontribusi pada efisiensi bahan bakar
  • 250+ kendaraan terhubung dari total armada 700+ kendaraan

 

Sebagai penyedia layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, Aerotrans memegang peran strategis dalam mendukung operasional penerbangan nasional. Perusahaan ini bertanggung jawab mengantarkan awak penerbangan dan tim logistik ke berbagai lokasi untuk memastikan operasional maskapai berjalan tepat waktu. Dengan armada lebih dari 700 kendaraan dan lebih dari 1.200 perjalanan setiap bulan, presisi menjadi nilai utama dalam operasional Aerotrans. Saat ini, lebih dari 250 kendaraan telah terhubung dalam sistem digital, dengan rata-rata 23 perjalanan per hari per kendaraan, yang telah menempuh jarak sekitar 290 kilometer dan total waktu berkendara 460 menit setiap harinya.

 

Untuk menjaga ketepatan waktu, kesiapan kendaraan, serta menekan tingkat insiden, Aerotrans bermitra dengan Geotab, pemimpin global dalam solusi armada terhubung. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performa operasional melalui pemanfaatan telematika cerdas dan data real-time.

“Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan. Bagi Aerotrans, Geotab bukan hanya sekedar produk, melainkan mitra strategis. Kolaborasi ini mendukung agenda transformasi digital kami dan memungkinkan kami memberikan layanan yang lebih baik kepada Garuda Indonesia Group serta seluruh pelanggan,”  -  Kadek Bayu Temaja, Direktur Aerotrans

Hadapi Tantangan: Dari Visibilitas Terbatas Menuju Kendali Real-Time

Sebelum mengadopsi Geotab, Aerotrans menghadapi keterbatasan dalam memantau performa armada secara menyeluruh. Pelacakan insiden armada tidak mudah dilakukan, dan ketersediaan data untuk memahami penyebab kendala di lapangan masih terbatas. Perusahaan membutuhkan sistem peringatan dini serta data perilaku pengemudi guna memastikan keselamatan dan efisiensi operasional yang tersebar di berbagai wilayah.

 

Melalui solusi dari Geotab yang menyediakan notifikasi bagi pengemudi dan tim pemantau, potensi kerusakan mesin maupun insiden pengereman kini dapat terdeteksi dan dilacak dengan lebih mudah.

"Sebelum menggunakan Geotab, visibilitas kami terhadap armada sangat terbatas. Kini, kami dapat memantau kendaraan secara real-time. Sejak sistem ini diterapkan, kami juga melihat peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan,” - Hermawan, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi (Control Center), Aerotrans

Solusi Geotab: Mengantarkan Awak Pesawat dengan Aman dan Tepat Waktu

Sejak mengimplementasikan platform Geotab pada September 2024, Aerotrans merasakan peningkatan signifikan dalam pengendalian operasional dan visibilitas data, termasuk di hub utama seperti Jakarta dan Bali.

  • Pemetaan lokasi awak pesawat untuk optimalisasi rute dan mencegah keterlambatan
  • Dashboard produktivitas armada
  • Peringatan perawatan terkait kondisi mesin dan baterai
  • Pemantauan perilaku pengemudi seperti rem mendadak dan kecepatan di atas batasan
  • Notifikasi untuk feedback langsung kepada pengemudi
  • Analisis konsumsi bahan bakar

Aerotrans juga menemukan manfaat tambahan, seperti kemampuan mengunggah lokasi real-time awak pesawat untuk meningkatkan akurasi waktu penjemputan, sebuah fitur yang sebelumnya belum tersedia dalam sistem lama Aerotrans.

"Geofencing merupakan salah satu fitur unggulan Geotab. Fitur ini memungkinkan kami melacak kendaraan yang mendekati zona operasional penting seperti area bandara di Denpasar atau Soekarno-Hatta, sehingga kami memiliki visibilitas real-time atas posisi kendaraan secara presisi,”Hermawan, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi (Control Center), Aerotrans

Dampak: Lebih Aman dan Lebih Efisien

Sejak mengadopsi Geotab, Aerotrans mencatat berbagai peningkatan signifikan dalam aspek keselamatan, efisiensi, dan kesiapan armada:

  • Mencapai peringkat keselamatan sebesar 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional
  • Peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer, sebagai pencapaian penting dalam strategi keselamatan
  • Penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif, menunjukkan perbaikan perilaku pengemudi notifikasi real-time
  • Penurunan durasi idle sebesar 22%, berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan operasional

Melihat Masa Depan: Integrasi yang Lebih Mendalam

Aerotrans berencana mengintegrasikan Geotab secara lebih menyeluruh dengan sistem manajemen armada internal mereka. Targetnya adalah untuk menciptakan dukungan sistem yang terintegrasi secara terpadu dan menyeluruh dalam pengembangan teknologi operasional berikutnya.

  • Menggunakan geofencing untuk mengidentifikasi kendaraan terdekat yang tersedia
  • Meningkatkan akurasi pengiriman dan waktu respons
  • Membangun ekosistem digital operasional yang lebih terintegrasi

Selain digunakan untuk transportasi awak pesawat, solusi yang dihadirkan oleh Geotab juga tengah diuji pada armada bus pariwisata guna mengeksplorasi potensi pemanfaatan lebih lanjut.

“Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan Geotab untuk memperluas integrasi dan pengembangan sistem di Aerotrans. Saat ini, kami sedang membangun sistem yang kami sebut TMS–Transport Management System–yang akan digunakan untuk operasional di seluruh Indonesia, khususnya layanan shuttle untuk para awak pesawat,” - Hermawan, Kepala Pusat Pengendalian Operasi Transportasi (Control Center), Aerotrans


View last rendered: 04/30/2026 08:43:28