Lebih dari GPS: Bagaimana Video Telematika All in One Mengubah Keselamatan Armada di Indonesia
Data armada dan video berbasis AI Geotab di Google Cloud membantu Aerotrans dan TRAVL mengenali risiko, membina pengemudi, dan meningkatkan keselamatan di Indonesia.
By Tim Geotab
28 Okt 2026

Informasi Utama
- Keselamatan armada tidak lagi sekadar mengandalkan pelacakan GPS dan laporan setelah insiden terjadi, tetapi juga mengidentifikasi risiko lebih dini melalui integrasi data kendaraan, perilaku pengemudi, dan rekaman video.
- Aerotrans, dengan lebih dari 250 kendaraan yang terhubung ke Geotab, mencatat penurunan kejadian pengereman mendadak sebesar 57%, akselerasi agresif sebesar 66%, dan durasi mesin menyala saat kendaraan berhenti (_idling_) sebesar 22%.
- TRAVL memanfaatkan data armada, rekaman video, dan peringatan di dalam kabin untuk mengenali risiko berkendara tertentu, mendukung pembinaan pengemudi, dan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi penumpang.
- Ekosistem Geotab yang dibangun di atas Google Cloud mencakup Geotab Ace, yang memungkinkan tim pengelola armada mengajukan pertanyaan tentang keselamatan, kondisi kendaraan, dan pemanfaatan armada menggunakan bahasa sehari-hari.
Indonesia mencatat 158.508 kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 yang menyebabkan 24.296 orang meninggal dunia. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga terus mengidentifikasi faktor manusia, termasuk kelelahan, kelalaian, dan ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan, sebagai salah satu faktor dominan kecelakaan transportasi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa keselamatan jalan masih menjadi tantangan besar, termasuk bagi perusahaan yang setiap hari mengoperasikan kendaraan dan mengangkut penumpang.
Seiring meningkatnya kompleksitas operasional armada, upaya keselamatan tidak lagi dapat hanya mengandalkan tindakan setelah insiden terjadi. Pengelola armada semakin membutuhkan kemampuan untuk mengenali perilaku berkendara yang berisiko sejak dini, memahami situasi yang terjadi di jalan, serta memberikan informasi kepada pengemudi dan tim operasional agar dapat mengambil tindakan dengan lebih cepat.
Pendekatan inilah yang ingin didorong Geotab, perusahaan global di bidang _connected operations_, video telematika, dan _insight _berbasis AI, melalui pemanfaatan kecerdasan armada terhubung _(connected fleet intelligence)_. Dengan mengintegrasikan data kendaraan, lokasi, perilaku pengemudi, diagnostik, dan konteks video dalam satu ekosistem, operator armada dapat memperoleh visibilitas lebih dini terhadap apa yang terjadi di jalan, bagaimana kendaraan dikemudikan, serta di mana potensi risiko mulai muncul sebelum berkembang menjadi insiden.
Sejumlah operator transportasi di Indonesia mulai menerapkan pendekatan tersebut. Aerotrans, yang mendukung layanan transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, telah memanfaatkan _insights_ dari _connected intelligence_ untuk memperkuat keselamatan dan pengendalian operasional. Sementara itu, TRAVL, operator layanan shuttle antarkota, menggunakan data armada dan analisis video untuk memahami perilaku pengemudi secara lebih mendalam sekaligus meningkatkan pengalaman penumpang.
“GPS memberikan kemampuan bagi operator armada untuk mengetahui posisi kendaraan mereka. Tahap berikutnya adalah memahami apa yang terjadi di sekitar kendaraan, bagaimana kendaraan tersebut dikemudikan, dan tindakan apa yang perlu dilakukan,” ujar Alvin Santoso, Business Development Manager, Geotab Indonesia. “Di Indonesia, dengan kondisi jalan, karakteristik operasional armada, dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam, nilai dari _connected intelligence_ terletak pada kemampuannya untuk mengubah _volume _data yang sangat besar menjadi informasi yang benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh operator maupun pengemudi,” tambahnya.
Memperluas _Fleet Intelligence_ Google Cloud
Ekosistem terhubung Geotab mencakup MyGeotab, _platform _manajemen armada yang mengintegrasikan informasi kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem; perangkat telematika GO9, yang merekam data kendaraan dan perilaku berkendara seperti lokasi GPS, peristiwa berbasis _g-force_, serta informasi kondisi mesin dan baterai; dan GO Focus Plus, yang melengkapi data tersebut dengan tambahan konteks video berbasis AI dan peringatan di dalam kabin untuk sejumlah risiko tertentu seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara yang terlalu dekat (_tailgating_)
Solusi-solusi tersebut didukung oleh skala operasional global Geotab, yang telah memproses lebih dari 100 miliar titik data setiap hari dari sekitar 6 juta kendaraan dan aset terhubung. Geotab tidak hanya menyediakan data, tetapi juga menghubungkan informasi yang relevan agar dapat diterjemahkan menjadi tindakan selanjutnya.
Dibangun di atas Google Cloud, Geotab memanfaatkan kecerdasan data dan AI untuk membantu mentransformasi pengelolaan armada dari pendekatan reaktif dalam menangani masalah menjadi pendekatan yang lebih proaktif untuk mengantisipasi risiko sebelum terjadi. Salah satu contohnya adalah Geotab Ace, asisten AI yang terintegrasi dalam MyGeotab dan didukung oleh Gemini. Dengan memungkinkan tim pengelola armada mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari terkait keselamatan pengemudi, kondisi kendaraan, dan utilisasi armada, Geotab Ace dapat memberikan _insight _secara cepat tanpa memerlukan _query _yang kompleks maupun penelusuran laporan secara manual.
Untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar, solusi Geotab juga tersedia melalui Google Cloud Marketplace, sehingga dapat menyederhanakan proses pengadaan bagi pelanggan _enterprise_.
“Bagi kami, pemanfaatan _connected intelligence_ pada akhirnya harus membuat pengelolaan armada yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pelanggan,” ujar Alvin. “Baik bagi operator yang mengangkut kru penerbangan, melayani penumpang antarkota, maupun mengelola armada komersial berskala besar, pertanyaan terpenting bukanlah seberapa banyak data yang dapat dikumpulkan. Yang lebih penting adalah apakah data tersebut membantu operator mengambil keputusan yang lebih aman dan lebih baik,” tambahnya.
Operator Lokal Mengubah Data Menjadi Langkah Nyata untuk Keselamatan
Bagi Aerotrans, pemanfaatan data armada mendukung operasional yang sangat bergantung pada ketepatan waktu.
Sebagai penyedia transportasi darat bagi Garuda Indonesia Group, Aerotrans mendukung mobilitas awak penerbangan dan tim logistik sebagai bagian dari operasional penerbangan yang lebih luas, dengan lebih dari 250 kendaraan yang telah terhubung melalui Geotab.
Sebelum menggunakan Geotab, Aerotrans memiliki keterbatasan dalam memantau kinerja armada dan memahami penyebab terjadinya insiden tertentu di jalan. Sejak mengimplementasikan Geotab pada 2024, perusahaan memanfaatkan berbagai kemampuan, termasuk pemantauan kendaraan secara real-time, analisis perilaku pengemudi, peringatan pemeliharaan kendaraan, analisis konsumsi bahan bakar, dan _geofencing_ dalam operasionalnya.
Sejak saat itu, Aerotrans berhasil mencapai peringkat keselamatan armada sebesar 89%, melampaui armada sejenis di kawasan regional, mencapai peningkatan 61% dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer, sekaligus mencatat penurunan 57% pada kejadian rem mendadak dan 66% pada akselerasi agresif, serta pengurangan durasi _idle _sebesar 22%, yang turut mendukung efisiensi bahan bakar dan operasional.
Aerotrans juga memanfaatkan _geofencing_ dan informasi lokasi di sejumlah area operasional, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Denpasar, sehingga timnya memiliki visibilitas yang lebih baik secara real-time terhadap kendaraan yang mendekati lokasi-lokasi penting.
“Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan _insight _secara _real-time._ Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan,” ujar Kadek Bayu Temaja, Direktur Aerotrans.
Ke depan, Aerotrans tengah menjajaki integrasi yang lebih mendalam antara Geotab dan sistem manajemen transportasi (_Transport Management System_) miliknya. Dalam jangka panjang, integrasi ini diharapkan dapat memanfaatkan data terkoneksi untuk semakin mendukung alokasi kendaraan, ketepatan penugasan armada, dan waktu respons.
Di sisi lain terdapat PT Maya Gapura Intan (MGI, yang telah beroperasi lebih dari dua dekade di dunia transportasi Indonesia). Pada Desember 2025, MGI meluncurkan layanan shuttle antar kota, TRAVL, yang berfokus menghubungkan aspek keselamatan secara lebih erat dengan pengalaman penumpang.
TRAVL, yang mengoperasikan sekitar 40 kendaraan dan kurang lebih 100 keberangkatan setiap hari di Jakarta, Tangerang, dan Bandung, memanfaatkan data armada dan konteks video untuk mendapatkan visibilitas yang lebih baik terhadap perilaku berkendara berisiko seperti distraksi, kelelahan, dan _tailgating_, sekaligus memberikan dasar yang lebih objektif dalam melakukan pembinaan kepada pengemudi.
TRAVL mulai menggunakan Geotab dan platform MyGeotab pada akhir 2025, sebelum kemudian menguji GO Focus Plus dan memperluas implementasinya pada Agustus 2026. Kini, tim operasional TRAVL dapat meninjau data serta rekaman video yang relevan terkait kejadian tertentu di perjalanan maupun saat evaluasi operasional.
“Kenyamanan sangat erat kaitannya dengan bagaimana kendaraan dikemudikan. Penumpang kami seharusnya tidak perlu merasa bahwa pengemudi terburu-buru atau berkendara terlalu agresif. Teknologi membantu kami untuk meningkatkan standar pelayanan kepada penumpang sekaligus memberikan informasi yang lebih baik untuk mendukung percakapan kami dengan para pengemudi,” ujar Syukron Fadillah Alkautsar, Head of Business Unit, TRAVL.
Lebih dari Sekadar GPS: Menghubungkan Data Kendaraan, Video, dan AI
Pengalaman Aerotrans dan TRAVL mencerminkan perkembangan yang lebih luas dalam teknologi pengelolaan armada. Informasi lokasi kendaraan tetap penting, tetapi pengelola armada kini semakin membutuhkan keterhubungan antara data lokasi, perilaku pengemudi, kondisi kendaraan, dan kejadian di jalan agar dapat memahami risiko secara lebih menyeluruh, idealnya melalui satu ekosistem yang terintegrasi.
Ekosistem Geotab sendiri terdiri dari MyGeotab, platform manajemen armada berbasis web yang mengintegrasikan informasi kendaraan, pengemudi, dan operasional dalam satu sistem.
Selain itu, terdapat perangkat telematika Geotab GO9 yang merekam informasi kendaraan, termasuk lokasi GPS, pergerakan dan peristiwa berbasis _g-force_, serta data kondisi mesin dan baterai. Informasi tersebut kemudian dapat dianalisis melalui MyGeotab untuk membantu operator mengenali pola terkait keselamatan, tingkat pemanfaatan kendaraan, pemeliharaan, dan kinerja armada.
GO Focus Plus melengkapi data tersebut dengan rekaman video dan kemampuan deteksi berbasis AI. Kamera yang menghadap ke dua arah ini dapat mendeteksi risiko tertentu, seperti kelelahan, gangguan konsentrasi, dan jarak _tailgating_. Sementara itu, peringatan suara di dalam kabin dapat mendorong pengemudi menyesuaikan perilakunya secara real-time. Tim pengelola armada yang berwenang kemudian dapat meninjau rekaman video bersama data telematika untuk memahami kejadian yang berlangsung secara lebih mendalam.
Bagi Geotab, pengalaman Aerotrans dan TRAVL menunjukkan bagaimana _connected fleet intelligence_ dapat mendukung kebutuhan mobilitas yang berbeda, mulai dari mendukung keandalan transportasi yang berkaitan dengan operasional penerbangan hingga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan perjalanan penumpang antarkota. Seiring operasional armada di Indonesia menjadi semakin terhubung, semakin besar pula peluang untuk memanfaatkan informasi yang dihasilkan kendaraan guna mengenali risiko lebih dini dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih aman sebelum insiden terjadi.
Artikel Terkait

ADAS Adalah: Panduan ADAS Systems untuk Armada di Indonesia
21 Oktober 2026
3 menit waktu baca

Jammer Sinyal Adalah: Deteksi dan Perlindungan dari GPS Jammer untuk Armada di Indonesia
20 Oktober 2026
3 menit waktu baca

Krisis 'ghost fleet': bagaimana fleet management system mengubah kendaraan sewa yang menganggur menj
9 Oktober 2026
4 menit waktu baca

Cara Maksimalkan Utilisasi Kendaraan dengan fleet management system di Indonesia
1 Oktober 2026
3 menit waktu baca

Bagaimana Driver Scorecard Mendukung Manajemen Pengemudi yang Proaktif di Indonesia
28 September 2026
6 menit waktu baca

Defensive Driving dan Pelatihan Keselamatan Armada di Indonesia: Dari Hukuman ke Performa
16 September 2026
6 menit waktu baca